Isolasi Senyawa Bioaktif 3
Pemekatan ekstrak merupakan suatu proses peningkatan jumlah pastial solute (senyawa terlarut) secara penguapan pelarut tanpa sampai menjadi kondisi kering, ekstrak hanya menjadi kental/pekat. Tujuan pemekatan pemekatan ekstrak antara lain untuk meningkatkan kadar zat aktif dalam volume yang kecil, mempermudah proses pembuatan dan menghilangkan sisa pelarut.
Alat yang umumnya dipakai untuk pemekatan ekstrak adalah rotary vacuum evaporator. Di mana Prinsip dari Rotary Evaporator ini yaitu proses pemisahan ekstrak dari cairan penyarinya dengan pemasan yang dipercepat oleh putaran dari labu, cairan penyari dapat menguap 5-10 derajat C di bawah titik didihnya disebabkan oleh adanya penurunan tekanan. Alat ini dilengkapi sistem vakum yang akan menurunkan tekanan pada sistem, sehingga pelarut dapat mendidih pada temperature yang lebih rendah dibandingkan titik didih pelarut tersebut sehingga hal ini akan mempercepat penguapan pelarut serta bertujuan untuk mengurangi resiko rusaknya senyawa termolabil yang terdapat pada ekstrak.
Video Pemekatan Ekstrak Cair dengan Vacuum Rotary Evaporator :
Seperti yang sudah saudara jelaskan bahwa pemekatan ekstrak menggunakan rotary evaporator ini memiliki prinsip pemisahan ekstrak dari cairan penyarinya dengan proses pemanasan yang dipercepat oleh putaran labu sehingga menyebabkan cairan pelarut akan menguap dibawah titik didih pelarutnya. Seperti dalam video contoh yang ditampilkan, diketahui akan memisahkan pelarut heksan dari ekstrak cairnya. Dimana dalam proses ini menggunakan Suhu 43 derajat C dan Kecepatan putaran 80 Rpm. Bagaimana pengaruh perbandingan suhu dan kecepatan yang digunakan dalam memberikan hasil akhir terhadap ekstrak kental yang dihasilkan?
BalasHapusSuhu dan juga kecepatan pemutaran akan berpengaruh terhadap hasil esktrak kental yang didapatkan, di mana untuk kecepatan pemutaran ini semakin cepat/semakin besar kecepatan putarannya maka ekstrak cair yang akan dilakukan pemekatan juga akan semakin cepat untuk menguapkan pelarut yang masih terdapat pada ekstrak cair. Sedangkan untuk suhu yang digunakan akan menyesuaikan dengan pelarut yang terdapat pada ekstrak cair, sebagai contoh pada video pada ekstrak dengan pelarut n-heksan yang mana n-heksan mempunyai titik didih 68°C, pada alat digunakan suhu 43°C yang mana hal ini berada di bawah titik didih pelarut n-heksan tersebut. Suhu yang digunakan tidak boleh terlalu tinggi karena beberapa sampel mengandung senyawa yang bersifat termolabil/tidak tahan terhadap pemanasan sehingga jika suhu yang digunakan tinggi hal ini dapat merusak senyawa termolabil, jika senyawa yang rusak menyumbangkan aktifitas biologis tertentu pada ekstrak maka kualitas dari ekstrak yang diperoleh akan berkurang.
BalasHapusBaik dapat saya pahami bahwa apabila kecepatan pemutaran yang digunakan semakin besar maka proses pemekatan juga akan semakin cepat. Sedangkan suhu menyesuaikan pelarut yang digunakan pada saat ekstrak cair. Dimana suhu yang digunakan berada di titik bawah pelarutnya. Sehingga akan menguap pada saat proses berlangsung dan tidak merusak senyawa yang bersifat termolabil. Lalu bagaimana dengan pelarut-pelarut yang memiliki titik didih tinggi dimana titik didih ini kemungkinan dapat merusak hasil ekstrak walaupun senyawa yang diekstraksi bukanlah senyawa yang bersifat termolabil?
HapusPemekatan ekstrak dengan vacuum rotary evaporator ini mempunyai prinsip yaitu proses pemisahan ekstrak dari cairan penyarinya dengan pemasan yang dipercepat oleh putaran dari labu serta cairan penyari dapat menguap 5-10°C di bawah titik didihnya disebabkan oleh adanya penurunan tekanan. Jadi walaupun pada pada ekstraknya nanti mungkin tidak terdapat senyawa yang bersifat termolabil, maka untuk pemekatan ekstrak dengan vacuum rotary evaporator cairan penyari tetap akan menguap di bawah titik didih dari pelarut yang digunakan tersebut.
HapusKembali lagi bahwa prinsip dari vacuum rotary evaporator ini yaitu pelarut yang digunakan akan menguap di bawah titik didih dari pelarut itu sendiri. Beberapa pelarut yang biasa digunakan pada proses pemekatan ekstrak dengan vacuum rotary evaporator di antaranya ada metanol dengan titik didih 65°C,Etanol dengan titik didih 78°C, n-heksan dengan titik didih 68°C, Etil asetat dengan titik didih 77°C, serta n-butanol dengan titik didih 118°C. Jika pelarut yang digunakan mempunyai viskositas tinggi serta harus menggunakan titik didih lebih dari 200°C maka tidak dapat dilakukan pemekatan dengan vacuum rotary evaporator, pemekatan ekstrak dengan kondisi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan metode selain vacuum rotary evaporator
HapusBaik, dapat dimengerti bahwa tidak semua proses pemekatan bisa menggunakan teknik vacum evaporator ini. Karena dalam teknik pemekatan ini bergantung pada suhu titik didih pelarut yang digunakan. Dan apabila suhu terlalu tinggi dan viskositas pelarut juga tinggi, maka pemekatan bisa dilakukan dengan cara lain.
Hapus