Kimia Medisinal 3
Reaksi metabolisme obat (xenobiotik) secara umum dibagi menjadi dua yaitu reaksi fase I dan reaksi fase II. Transformasi (reaksi) fase I pada umumnya merupakan reaksi penambahan atau pengubahan gugus fungsional atau penyiapan obat (xenobiotik) untuk memasuki transformasi fase II yang meliputi reaksi: oksidasi, reduksi, hidrolisis. Hasil dari transformasi fase I dapat langsung dikeluarkan dari dalam tubuh tetapi jika hasil transformasi fase I masih kurang polar (belum bisa dikeluarkan dari dalam tubuh) maka bisa masuk ke transformasi fase II.
Reaksi reduksi merupakan reaksi biotransformasi yang penting
untuk senyawa obat (xenobiotik) untuk pembentukan gugus hidroksil dan amino
yang membuat senyawa obat (xenobiotik) lebih hidrofilik dan menyiapkannya untuk
reaksi konjugasi fase II.
Video Reaksi Reduksi :
Pada penjelasan diatas dijelaskan bahwa pada reaksi metabolisme obat terdapat reaksi karbonil pada fase II, Bagaimana reaksi karbonil dapat memetabolisme obat?
BalasHapusReduksi karbonil ini dikatalis oleh aldo-keto
Hapusreduktase yang memerlukan NADPH atau NADP sebagai
koenzim. Seperti telah disebutkan pada bagian sebelumnya
alkohol dehidrogenase akan mengkatalis reduksi aldehida sebaik
pada proses oksidasi alkohol oleh enzim tersebut
Kenapa pada saat metabolisme obat hasil transpormasi pada fase 1 masih kurang polar?
BalasHapusHasil dari transformasi fase I dapat langsung dikeluarkan
Hapusdari dalam tubuh tetapi jika hasil transformasi fase I masih
kurang polar (belum bisa dikeluarkan dari dalam tubuh) maka
bisa masuk ke transformasi fase II. Dikarenakan kecepatan dan jalur metabolisme obat dipengaruhi oleh spesies, strain, jenis kelamin, umur, hormon, keadaan kehamilan dan penyakit liver seperti, sirosis, hepatitis, porphyria, dan hematoma.
Bagaimana implementasi reaksi senyawa azo dalam memetabolisme obat di dalam tubuh?
BalasHapusReduksi sulfasalazin yang digunakan dalam pengobatan
Hapusulseratif colltis menjadi sulfapiridin dan asam 5-aminosalisilat
utamanya terjadi dalam kolon yang dilakukan oleh bakteri
intestinal