Metode Farmakologi 2

 Link youtube materi pertemuan 2 "Teknik Utama Pengujian Antimalaria Secara Invitro"

https://youtu.be/N2q5LbaAWV8


Komentar

  1. Mengapa uji aglutinasi visual dikatakan tidak akurat dan hanya disarankan untuk skrinning obat awal saja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji aglutinasi dikatakan tidak akurat karena uji ini memilki kelemahan utama yaitu leukosit menggumpal dalam larutan basa dan mengganggu pembentukan endapan. Oleh karena itu, uji aglutinasi visual tidak berlaku untuk evaluasi rutin respon in vitro isolat klinis di laboratorium lapangan.

      Hapus
  2. Lalu apa yang dimaksud dari bahwa metode pengujian mikroskopik mikroteknik alternatif itu merupakan kombinasi dari metode Desjardin, uji 48 jam dan uji mikro WHO. Dan apa tujuan dari metode kombinasi ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang dimaksudkan di sini yaitu dalam prosesnya metode ini merupakan gabungan dari ketiga metode desjardin, uji 48 jam sera uji mikro WHO. Dimana sampel darah dari pasien dicuci tiga kali dalam media RPMI dan disuspensikan kembali pada fraksi volume eritrosit 1,5% dengan parasitemia awal disesuaikan dengan 0,2-0,5% (seperti dalam teknik Desjardin). Campuran darah-media |(50 ul per sumur) didistribusikan dalam pelat mikrotiter yang telah diberi dosis sebelumnya oleh WHO. Pelat dinkubasi selama 48 jam, dan film darah tipis disiapkan dari masing-masing sumur untuk pemeriksaan mikroskopis (seperti dalam uji 48 jam). Hasilnya dianalisis dengan regresi linier log probit.
      Tujuan dari metode kombinasi ini adalah sebagai modifikasi dari metode pengujian mikroskopik lainnya sehingga mendapatkan hasil yang lebih maksimal dibandingkan menggunakan metode sebelum-sebelumnya.

      Hapus
  3. Bagaimana Uji semi mikro ini dapat dikatakan serupa dengan metode 48 jam, hal apa yang mendasarinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji semi konduktor dikatakan serupa dengan metode 48 jam terletak pada prosedur pemeriksaanya. Dimana uji semi konduktor dilakukan dengan cara memaparkan parasite ke berbagai konsentrasi obat dan dinkubasi selama 24-48 jam (2,5-5% fraksi volume eritrosit; 0,7 ml per sumur) baik dalam stoples lilin atau incubator. Titik akhir ditentukan ketika lebih dari 10% parasite telah berkembang menjadi skizon, dan jumlah skizon dihitung pada apusan darah tipis yang diwarnai Giemsa. Di sini dapat dilihat serupa yaitu sama-sama diinkubasi selama 48 jam, tempat inkubasi pada toples lilin, serta pemeriksaan mikroskopisnya sama-sama ditentukan dari apusan darah tipis.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal 7

Isolasi Senyawa Bioaktif 5

Kimia Medisinal 5