Kimia Medisinal 12
Sindrom nyeri dan nyeri dari berbagai etiologi merupakan motif utama yang menyebabkan orang mencari pertolongan medis segera. Sayangnya, dokter tidak selalu dapat memberikan bantuan tepat waktu dan efektif kepada pasien tersebut, setidaknya untuk membuat analgesia yang memadai sebagai langkah pertama. Kadang-kadang, bahkan analgesik yang dikenal luas dengan mekanisme manajemen nyeri yang berbeda tampaknya tidak berdaya. Penyebabnya adalah berbagai efek samping dan sebagai konsekuensinya, banyak kontraindikasi dan keterbatasan dalam penggunaan praktis analgesik. Selain itu, baru-baru ini ada masalah serius lainnya di banyak negara kasus penggunaan non-medis, obat-obatan dari kelompok farmakologis ini, serta pelanggaran pidana di bidang peredarannya, telah meningkat. secara signifikan. Oleh karena itu, pencarian analgesik baru yang memuaskan gagasan modern tentang kemanjuran dan keamanan obat, dan yang terpenting, yang tidak mampu menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis, tidak kehilangan relevansinya
Link Youtube :
pencarian analgesik potensial di antara 4-hidroksi-2,2-dioxo-1 H -2λ,1-benzotiazin-3-karboksamida dilakukan dengan memasukkan mono- dan dimetil- anilida. Tetapi dalam jurnal yg saya dapat ada beberapa masalah seperti anilida yang mungkin bisa tidak mempengaruhi efek analgesik.
BalasHapusBagaimana itu bisa terjadi
Dikatakan pada jurnal pengomentar bahwa terkadang pada atom kedua halogen yang di bagian analida/sintesis senyawa tersubstitusi halogen ke dalam senyawa 4-hidroksi-2,2-dioxo-1H-2A,1-benzothiazine-3-carboxylic acud yang menunjukkan kemungkinan tidak mempengaruhi efek analgesic. Hal tersebut juga disebutkan dalam jurnal referensi saya yaitu pada contoh kasus turunan 2-bromo-4-metilfenil, ada/tidaknya substituent metil pada atom nitrogen inti benzotiazin tidak berpengaruh pada sifat analgesiknya, hal tersebut dikarenakan pada contoh kasus ini turunannya mengandung halogen yaitu bromo.
Hapus